“Knowledge is power. Knowledge shared is power multiplied. (Pengetahuan adalah kekuatan. Pengetahuan yang dibagikan adalah kekuatan yang dilipatgandakan.)" by Robert Boyce____
Dalam hal kirim uang ke luar negeri, setidaknya 3-4 kali setahun Kakak perempuan saya melakukannya. Biaya pendidikan sang anaklah yang membuatnya sering bertransaksi ini. Putra pertamanya sedang menimba ilmu di negeri Kanguru.
Dari saudara ini jugalah saya baru tahu kalau biaya sewa apartemen di Australia itu dihitung per minggu, beda sama di Indonesia yang dihitung per bulan. Dan menurut saya, biaya sewa unit rumah atau apartemen di sana memang luar biasa tinggi dibanding Indonesia.
Saya membaca dari laporan Prop Track Properti Australia untuk biaya sewa unit rumah atau apartemen di Sydney berkisar $700-750 (Rp 7,2 juta sampai Rp 7,8 juta) per minggu. Harga ini memang lebih tinggi 3,4% dibanding biaya sewa rumah tahun sebelumnya pasca kenaikan secara nasional.
Untuk biaya sewa hunian, Sydney memang paling tinggi dibanding kota-kota lain di Australia. Misalnya saja di Brisbane, pasca kenaikan, biaya sewa apartemen menjadi $580 per minggu, Melbourne $550 per minggu, serta Adelaide $480 per minggu.
Kota dengan biaya sewa rumah paling rendah masih menurut laporan Prop Track adalah Hobart yakni sebesar $470 (Rp 4,9 juta) seminggu.
Biaya sewa paling murahnya pun tetap pricey jika dibanding sewa rumah atau unit apartemen di Indonesia hehe. Nah karena keponakan saya ini tinggal di Sydney sewanya per 2 minggu sekitar $1500 (sekitar Rp 15,2 juta).
Mengetahui biaya sewa rumah maupun apartemen di Australia ini, tentu saja bikin saya mengelus dada. Kalau di Indonesia, biaya sewanya sudah bisa beli rumah kan? Haha. Makanya wajar jika kakak saya ‘akrab’ dengan pengiriman uang ke luar negeri.
Saya yang belum pernah melakukan pengiriman uang ke luar negeri, jadi bertanya,
“Bagaimana cara kirim uang ke luar negeri?”
Beliau mengatakan biasanya dirinya menggunakan jasa pihak ketiga atau yang biasa disebut remitter. Remitter adalah agen atau lembaga keuangan yang membantu proses pengiriman uang ke luar negeri, sedangkan proses pengiriman uang lintas negara disebut remittance atau remitansi.
"Biasanya ada remitter yang membantu mengirimkan uang kesana. Nanti dalam waktu 1-2 hari barulah uang diterima oleh rekening tujuan." Begitu katanya.
Tapi sekali lagi, beliau juga mewanti-wanti untuk menggunakan remitter resmi. Kalau menggunakan jasa keuangan yang tidak kredibel, khawatir uang yang dikirim tidak sampai ke tujuan.
"Mengapa bisa begitu?" Selidik saya makin penasaran.
Menurut kakak perempuan saya ini, pernah ada kasus pengiriman uang ke luar negeri (remitansi) tidak sampai karena menggunakan jasa keuangan yang kurang tepercaya. Alhasil uang yang dikirim tidak sampai ke rekening tujuan.
“Ketika berkirim uang, kita seharusnya menerima dua struk bukti pengiriman. Struk yang pertama bukti tukar rupiah ke dolar, dan struk yang kedua adalah bukti pengiriman bank perantara ke rekening tujuan. Bukti bank inilah sebagai tanda bahwa uang benar-benar telah terkirim ke rekening tujuan. Nah yang terjadi pada case uang tidak sampai adalah bukti pengiriman dari bank tidak ada. Artinya uang baru disetor sama remitter saja, tetapi agen keuangannya belum menyetorkan pada rekening tujuan,” jelas Kakak saya panjang lebar.
Saya yang dijelaskan manggut-manggut. Lumayan dapat ilmu gratis hehe. Kalau-kalau nanti para bocah cilik di rumah berkesempatan kuliah di luar negeri, saya sudah punya pengetahuan untuk cara uang ke luar negeri.
Satu hal yang saya highligh adalah karena menggunakan jasa pihak ketiga, kita harus lebih teliti mengenai struk pengiriman ini. Sekilas terlihat kurang efisien bagi saya yang kurang teliti haha. Tapi pesan ini insya Allah akan saya ingat.
Banyak orang Indonesia yang sering kirim uang ke luar negeri dengan berbagai kebutuhan.
Jujurly, sebagai masyarakat umum yang tidak pernah bertransaksi kirim uang ke luar negeri, awalnya saya awam sekali mengenai transaksi ini. Jika bukan karena ada keponakan yang kuliah di luar negeri, mungkin saya tidak pernah tahu cara kirim uang ke luar negeri hehe..
Tapi mengingat cara kirim uang ke luar negeri bisa dibutuhkan siapa saja, makanya kita perlu mengetahui beberapa lembaga keuangan, platform, atau aplikasi kirim uang ke luar negeri. Saat ini sangat minim sekali tentang informasi ini terutama lembaga keuangan tepercaya.
Jangan sampai case seperti yang disampaikan Kakak saya perihal pengiriman uang gagal, tidak terjadi pada kita. Untuk itu, yuk lengkapi diri kita dengan informasi yang cukup mengenai cara kirim uang ke luar negeri.
Ada baiknya Sobat MQ mengatur waktu pengiriman uang dengan baik, karena proses pengiriman uang lintas negara memakan waktu 1-2 hari.
Pilih platform kirim uang ke luar negeri yang dapat memberikan informasi nilai tukar uang secara berkala. Menurut kakak saya, kita harus pandai memilah mana yang bisa memberikan keuntungan paling tinggi untuk kita, yang dapat memberikan rate terbaik serta biaya admin yang terjangkau.
Sob, harap diingat bahwa berapapun jumlah uang yang dikirim ke luar negeri akan dikenakan biaya administrasi yang sama. Makanya teliti nominal transfer dengan tepat agar tidak perlu dua-tiga kali transfer.
Sobat MQ, bagian ini yang paling diwanti-wanti oleh Kakak saya. Beliau mengingatkan bahwa sebelum berkirim uang, harap memperhatikan dengan benar data penerima dana (beneficiary). Jika salah memasukkan memberikan informasi, urusannya bakal lebih ribet lagi.
Lagi-lagi karena pernah ada kasus dari jasa kirim uang ke luar negeri yang ‘nakal’ sebaiknya Sobat MQ selektif memilih platform kirim uang lintas negara. Pilih platform kirim uang ke luar negeri yang kredibilitasnya baik.
Sobat MQ, kalau kamu pernah melakukan transaksi kirim uang ke luar negeri, pasti kamu tahu bahwa transaksi ini tidak sesimpel kirim uang domestik. Proses yang didahului dengan pemantauan nilai tukar valuta asing dengan rupiah, tukar mata uang, pembayaran, baru ke proses pengiriman dana lintas negara.
Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan transaksi ini pastinya tak masalah, namun bagi orang awam, hal ini menjadi sesuatu yang tidak biasa. Belum lagi jika Sobat MQ tidak mengetahui harus kemana mengirimnya. Nah solusi bagi kamu yang ingin kirim uang ke luar negeri pasti beres, kamu bisa menggunakan aplikasi Transfez.
Transfez lebih dari sekadar aplikasi kirim uang ke luar negeri. Transfez merupakan institusi keuangan yang menyediakan layanan pengiriman uang ke luar negeri dari Indonesia dengan aman hanya lewat genggaman.
Aktivitas kirim uang ke luar negeri dengan berbagai kebutuhan dapat Sobat MQ lakukan dengan aplikasi Transfez hanya melalui smartphone.
Berikut kelebihan aplikasi Kirim uang ke luar negeri Transfez yang perlu Sobat MQ ketahui.
Jika Sobat MQ melakukan pengiriman uang dibawah jam 11.30 WIB, maka uang akan diterima pada hari yang sama. Sedangkan untuk pengiriman uang ke Australia, waktu pengiriman adalah 1 hari alias H+1 jika pengiriman dilakukan sebelum jam 11.30 WIB.
Biaya kirim menggunakan aplikasi Transfez menerapkan biaya administrasi (fee) pengiriman yang lebih rendah dibanding jasa keuangan lainnya. Misalnya saja saya membandingkan dengan biaya yang bisa kakak saya keluarkan setiap pengiriman uang ke anaknya sebesar Rp 100.000,- per Rp 5.000.000,- untuk sekali pengiriman. Saya kemudian membandingkan dengan menggunakan Transfez.
Nah keuntungan menggunakan Transfez adalah biaya admin tetap. Untuk pengiriman dengan nominal yang sama, biaya yang dikenakan Transfez sebesar Rp 83.000,- saja bahkan gratis dengan memanfaatkan promo dari aplikasi.
Mengenai kredibilitas dan keamanan Transfez, Sobat MQ tidak perlu khawatir, karena Transfez sudah berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia dengan nomor lisensi 13/77/DASP/3.
Sobat MQ, pengiriman uang dengan Transfez aman dan mudah artinya kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kamu cukup menggunakan aplikasi Transfez untuk kirim uang ke luar negeri. Transfez memberi kemudahan bertransaksi serta memantau transaksi secara real time hanya pakai hape.
Sob, selain digunakan sebagai aplikasi kirim uang ke luar negeri, Transfez juga bisa Sobat MQ gunakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan lho. Caranya gimana? Caranya dengan bergabung ke program afiliasi Transfez. Kamu bisa mendapatkan komisi dari setiap pengguna baru yang kamu ajak menggunakan Transfez.
Program afiliasi Transfez adalah bentuk kerjasama yang ditawarkan Transfez agar pengguna memiliki penghasilan tambahan. Program ini gratis dan terbuka untuk umum, siapa saja bisa bergabung menjadi afiliator Transfez.
Keuntungan yang didapat jika Sobat MQ menjadi afliator Transfez yaitu:
Cara menjadi affiliate Transfez sangat mudah kok, kamu tinggal mengisi data yang tertera di aplikasi atau website Transfez saja. Dari sini kamu berpotensi memiliki penghasilan tambahan dengan jaringan 70+ negara.
Cara kirim uang ke luar negeri pakai Transfez sangat mudah kok. Kamu tinggal ikuti saja langkah-langkah berikut ini ya.
Gampang kan? Yes! Memang segampang itu pakai aplikasi Transfez. Kamu juga bakal tahu berapa nominal uang yang dikirim. Selain itu jumlah uang yang kamu bayarkan sudah termasuk biaya administrasi ya Sob.
Nah Sobat MQ masih awam pakai aplikasi Transfez, kamu tinggal membaca di aplikasinya saja. Semua informasi yang sudah tertera jelas disana, termasuk jika Sobat MQ mengalami kendala dalam pengiriman uang. SobatMQ bisa menghubungi Customer Support Transfez melalui Whatsapp di nomor +6282298653838 pada jam kerja dari Senin-Jumat atau email ke alamat hello@transfez.com.
Jadi sekarang kamu sudah tahu kan jika kirim uang ke luar negeri tidak harus ke luar rumah? Kamu cukup melakukannya dalam diam lewat genggaman. Nggak perlu ke luar rumah, nggak perlu ribet pantau valuta asing, atau pusing besaran biaya admin. Dengan pakai Transfez kamu bisa hemat biaya kirim bahkan gratis biaya admin.
Dengan pakai aplikasi Transfez, kamu bisa menjembatani apapun tujuan kamu tanpa khawatir adanya batasan jarak dan waktu, karena Transfez berkomitmen menjembatani tujuan melampaui batasan.
So, tunggu apalagi, sudah tahu cara pakai Transfez untuk kirim uang ke luar negeri? Yuk download Transfez sekarang juga! Saya tunggu cerita kamu pakai Transfez ya. Semoga tulisan ini bermanfaat :)
Salam,
Yunniew
Referensi:
https://www.transfez.com/
Aplikasi Transfez via Google Playstore
https://transfez.onelink.me/e9Ud/seocompq12025
https://www.sbs.com.au/language/indonesian/id/article/salah-satu-kenaikan-tertinggi-yang-pernah-tercatat-di-mana-kenaikan-harga-sewa-paling-memukul/knd2p3nle
Saya membaca dari laporan Prop Track Properti Australia untuk biaya sewa unit rumah atau apartemen di Sydney berkisar $700-750 (Rp 7,2 juta sampai Rp 7,8 juta) per minggu. Harga ini memang lebih tinggi 3,4% dibanding biaya sewa rumah tahun sebelumnya pasca kenaikan secara nasional.
Untuk biaya sewa hunian, Sydney memang paling tinggi dibanding kota-kota lain di Australia. Misalnya saja di Brisbane, pasca kenaikan, biaya sewa apartemen menjadi $580 per minggu, Melbourne $550 per minggu, serta Adelaide $480 per minggu.
Kota dengan biaya sewa rumah paling rendah masih menurut laporan Prop Track adalah Hobart yakni sebesar $470 (Rp 4,9 juta) seminggu.
Biaya sewa paling murahnya pun tetap pricey jika dibanding sewa rumah atau unit apartemen di Indonesia hehe. Nah karena keponakan saya ini tinggal di Sydney sewanya per 2 minggu sekitar $1500 (sekitar Rp 15,2 juta).
Mengetahui biaya sewa rumah maupun apartemen di Australia ini, tentu saja bikin saya mengelus dada. Kalau di Indonesia, biaya sewanya sudah bisa beli rumah kan? Haha. Makanya wajar jika kakak saya ‘akrab’ dengan pengiriman uang ke luar negeri.
Saya yang belum pernah melakukan pengiriman uang ke luar negeri, jadi bertanya,
“Bagaimana cara kirim uang ke luar negeri?”
Beliau mengatakan biasanya dirinya menggunakan jasa pihak ketiga atau yang biasa disebut remitter. Remitter adalah agen atau lembaga keuangan yang membantu proses pengiriman uang ke luar negeri, sedangkan proses pengiriman uang lintas negara disebut remittance atau remitansi.
"Biasanya ada remitter yang membantu mengirimkan uang kesana. Nanti dalam waktu 1-2 hari barulah uang diterima oleh rekening tujuan." Begitu katanya.
Tapi sekali lagi, beliau juga mewanti-wanti untuk menggunakan remitter resmi. Kalau menggunakan jasa keuangan yang tidak kredibel, khawatir uang yang dikirim tidak sampai ke tujuan.
"Mengapa bisa begitu?" Selidik saya makin penasaran.
Menurut kakak perempuan saya ini, pernah ada kasus pengiriman uang ke luar negeri (remitansi) tidak sampai karena menggunakan jasa keuangan yang kurang tepercaya. Alhasil uang yang dikirim tidak sampai ke rekening tujuan.
“Ketika berkirim uang, kita seharusnya menerima dua struk bukti pengiriman. Struk yang pertama bukti tukar rupiah ke dolar, dan struk yang kedua adalah bukti pengiriman bank perantara ke rekening tujuan. Bukti bank inilah sebagai tanda bahwa uang benar-benar telah terkirim ke rekening tujuan. Nah yang terjadi pada case uang tidak sampai adalah bukti pengiriman dari bank tidak ada. Artinya uang baru disetor sama remitter saja, tetapi agen keuangannya belum menyetorkan pada rekening tujuan,” jelas Kakak saya panjang lebar.
Saya yang dijelaskan manggut-manggut. Lumayan dapat ilmu gratis hehe. Kalau-kalau nanti para bocah cilik di rumah berkesempatan kuliah di luar negeri, saya sudah punya pengetahuan untuk cara uang ke luar negeri.
Satu hal yang saya highligh adalah karena menggunakan jasa pihak ketiga, kita harus lebih teliti mengenai struk pengiriman ini. Sekilas terlihat kurang efisien bagi saya yang kurang teliti haha. Tapi pesan ini insya Allah akan saya ingat.
Banyak orang Indonesia yang sering kirim uang ke luar negeri dengan berbagai kebutuhan.
Data dari Laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana dari/ke Luar Negeri (LTKL) per Maret 2023 sebanyak 2.744.605 laporan seperti yang dilaporkan pihak pelapor kepada PPATK. Dari data ini sebanyak 88% kiriman ke dalam dan 12% kiriman ke luar negeri. Artinya terdapat sekitar 329.352 lebih penduduk Indonesia yang melakukan pengiriman uang ke luar negeri dengan berbagai kebutuhan pada tahun 2023. Entah untuk bisnis, pendidikan, kesehatan, atau lainnya.
Mungkin juga kamu salah satunya? Sebaiknya kamu membaca Tulisan MQ ini sampai habis ya, semoga bisa menambah informasi kamu. Selamat membaca ya ;)
Sob, perlu diingat bahwa tranfser uang ke luar negeri tidak sama seperti transaksi kirim uang di dalam negeri. Perbedaan mata uang, bank, hingga perbedaan waktu antar negara membuat proses transfer uang lintas negara tidak sesimpel transfer antar bank di dalam negeri.
Nah, dalam prosesnya remitansi ada beberapa permasalahan umum yang sering dialami oleh masyarakat, antara lain:
Kita yang ingin mengirim uang ke luar negeri tentunya wajib melakukan penukaran uang (convert) dari rupiah ke mata uang asing negara tujuan. Seperti pada kakak saya dibatas, beliau harus menukar uang dari rupiah ke mata uang dolar Australia terlebih dahulu.
Seperti diketahui, nilai tukar mata uang asing dipengaruhi oleh banyak faktor. Nilai tukar rupiah cenderung lebih rendah terhadap mata uang asing dan nilainya berubah-ubah (fluktuatif). Rate yang fluktuatif membuat pengirim harus memantau nilai tukar secara konsisten agar mendapat harga terbaik.
Sudah lazim bahwa setiap agen keuangan menerapkan biaya administrasi untuk setiap pengiriman uang. Pada umumnya biaya transfer uang lintas negara dikenakan biaya administrasi serta biaya penukaran mata uang asing.
Tiap keagenan atau lembaga keuangan memiliki biaya administrasi yang berbeda-beda. Biayanya berkisar Rp 100.000,- hingga Rp 300.000,- sekali kirim. Bahkan ada jasa keuangan yang menerapkan biaya tersembunyi dalam transaksi.
Sob, berbeda dengan pengiriman uang dalam negeri yang hanya dalam hitungan detik, pengiriman uang lintas negara tidaklah sama. Umumnya, pengiriman uang ke luar negeri memakan waktu 1-2 hari, tergantung waktu cut off pengiriman.
Jadi kita sebagai pengirim harus memikirkan waktu pengiriman uang dengan baik agar uang diterima tepat waktu.
Permasalahan Umum Kirim Uang ke Luar Negeri
Sob, perlu diingat bahwa tranfser uang ke luar negeri tidak sama seperti transaksi kirim uang di dalam negeri. Perbedaan mata uang, bank, hingga perbedaan waktu antar negara membuat proses transfer uang lintas negara tidak sesimpel transfer antar bank di dalam negeri.
Nah, dalam prosesnya remitansi ada beberapa permasalahan umum yang sering dialami oleh masyarakat, antara lain:
1. Harus menukar rupiah ke mata uang asing
Kita yang ingin mengirim uang ke luar negeri tentunya wajib melakukan penukaran uang (convert) dari rupiah ke mata uang asing negara tujuan. Seperti pada kakak saya dibatas, beliau harus menukar uang dari rupiah ke mata uang dolar Australia terlebih dahulu.
Seperti diketahui, nilai tukar mata uang asing dipengaruhi oleh banyak faktor. Nilai tukar rupiah cenderung lebih rendah terhadap mata uang asing dan nilainya berubah-ubah (fluktuatif). Rate yang fluktuatif membuat pengirim harus memantau nilai tukar secara konsisten agar mendapat harga terbaik.
2. Biaya administrasi yang tinggi bahkan ada biaya tersembunyi
Sudah lazim bahwa setiap agen keuangan menerapkan biaya administrasi untuk setiap pengiriman uang. Pada umumnya biaya transfer uang lintas negara dikenakan biaya administrasi serta biaya penukaran mata uang asing.
Tiap keagenan atau lembaga keuangan memiliki biaya administrasi yang berbeda-beda. Biayanya berkisar Rp 100.000,- hingga Rp 300.000,- sekali kirim. Bahkan ada jasa keuangan yang menerapkan biaya tersembunyi dalam transaksi.
3. Waktu pengiriman yang lama
Sob, berbeda dengan pengiriman uang dalam negeri yang hanya dalam hitungan detik, pengiriman uang lintas negara tidaklah sama. Umumnya, pengiriman uang ke luar negeri memakan waktu 1-2 hari, tergantung waktu cut off pengiriman.
Jadi kita sebagai pengirim harus memikirkan waktu pengiriman uang dengan baik agar uang diterima tepat waktu.
4. Minimnya informasi jasa kirim uang tepercaya
Jujurly, sebagai masyarakat umum yang tidak pernah bertransaksi kirim uang ke luar negeri, awalnya saya awam sekali mengenai transaksi ini. Jika bukan karena ada keponakan yang kuliah di luar negeri, mungkin saya tidak pernah tahu cara kirim uang ke luar negeri hehe..
Tapi mengingat cara kirim uang ke luar negeri bisa dibutuhkan siapa saja, makanya kita perlu mengetahui beberapa lembaga keuangan, platform, atau aplikasi kirim uang ke luar negeri. Saat ini sangat minim sekali tentang informasi ini terutama lembaga keuangan tepercaya.
Jangan sampai case seperti yang disampaikan Kakak saya perihal pengiriman uang gagal, tidak terjadi pada kita. Untuk itu, yuk lengkapi diri kita dengan informasi yang cukup mengenai cara kirim uang ke luar negeri.
Tips Kirim Uang ke Luar Negeri Dengan Aman
1. Rencanakan waktu pengiriman dengan baik
Ada baiknya Sobat MQ mengatur waktu pengiriman uang dengan baik, karena proses pengiriman uang lintas negara memakan waktu 1-2 hari.
2. Pilih harga terbaik
Pilih platform kirim uang ke luar negeri yang dapat memberikan informasi nilai tukar uang secara berkala. Menurut kakak saya, kita harus pandai memilah mana yang bisa memberikan keuntungan paling tinggi untuk kita, yang dapat memberikan rate terbaik serta biaya admin yang terjangkau.
3. Hitung nominal transfer dengan benar
Sob, harap diingat bahwa berapapun jumlah uang yang dikirim ke luar negeri akan dikenakan biaya administrasi yang sama. Makanya teliti nominal transfer dengan tepat agar tidak perlu dua-tiga kali transfer.
4. Tulis nomor rekening penerima dengan benar
Sobat MQ, bagian ini yang paling diwanti-wanti oleh Kakak saya. Beliau mengingatkan bahwa sebelum berkirim uang, harap memperhatikan dengan benar data penerima dana (beneficiary). Jika salah memasukkan memberikan informasi, urusannya bakal lebih ribet lagi.
5. Pilih platform kirim uang ke luar negeri tepercaya
Lagi-lagi karena pernah ada kasus dari jasa kirim uang ke luar negeri yang ‘nakal’ sebaiknya Sobat MQ selektif memilih platform kirim uang lintas negara. Pilih platform kirim uang ke luar negeri yang kredibilitasnya baik.
Pengen Kirim Uang Ke Luar Negeri Tanpa Harus ke Luar Rumah? Pakai Transfez Aja!
Sobat MQ, kalau kamu pernah melakukan transaksi kirim uang ke luar negeri, pasti kamu tahu bahwa transaksi ini tidak sesimpel kirim uang domestik. Proses yang didahului dengan pemantauan nilai tukar valuta asing dengan rupiah, tukar mata uang, pembayaran, baru ke proses pengiriman dana lintas negara.
Bagi kamu yang sudah terbiasa dengan transaksi ini pastinya tak masalah, namun bagi orang awam, hal ini menjadi sesuatu yang tidak biasa. Belum lagi jika Sobat MQ tidak mengetahui harus kemana mengirimnya. Nah solusi bagi kamu yang ingin kirim uang ke luar negeri pasti beres, kamu bisa menggunakan aplikasi Transfez.
Transfez lebih dari sekadar aplikasi kirim uang ke luar negeri. Transfez merupakan institusi keuangan yang menyediakan layanan pengiriman uang ke luar negeri dari Indonesia dengan aman hanya lewat genggaman.
Kelebihan Pakai Aplikasi Transfez
Untuk keamanan, aplikasi yang berkantor di Prudential Centre F/22 Kota Kasablanka, Jakarta Selatan ini telah memiliki lisensi resmi dan aturan yang sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Berikut kelebihan aplikasi Kirim uang ke luar negeri Transfez yang perlu Sobat MQ ketahui.
1. Uang bisa diterima pada hari yang sama
Jika Sobat MQ melakukan pengiriman uang dibawah jam 11.30 WIB, maka uang akan diterima pada hari yang sama. Sedangkan untuk pengiriman uang ke Australia, waktu pengiriman adalah 1 hari alias H+1 jika pengiriman dilakukan sebelum jam 11.30 WIB.
2. Biaya kirim tetap bahkan bisa gratis
Biaya kirim menggunakan aplikasi Transfez menerapkan biaya administrasi (fee) pengiriman yang lebih rendah dibanding jasa keuangan lainnya. Misalnya saja saya membandingkan dengan biaya yang bisa kakak saya keluarkan setiap pengiriman uang ke anaknya sebesar Rp 100.000,- per Rp 5.000.000,- untuk sekali pengiriman. Saya kemudian membandingkan dengan menggunakan Transfez.
Nah keuntungan menggunakan Transfez adalah biaya admin tetap. Untuk pengiriman dengan nominal yang sama, biaya yang dikenakan Transfez sebesar Rp 83.000,- saja bahkan gratis dengan memanfaatkan promo dari aplikasi.
3. Transfez berlisensi dan diawasi oleh Bank Indonesia
Mengenai kredibilitas dan keamanan Transfez, Sobat MQ tidak perlu khawatir, karena Transfez sudah berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia dengan nomor lisensi 13/77/DASP/3.
4. Aman dan mudah
Sobat MQ, pengiriman uang dengan Transfez aman dan mudah artinya kamu tidak perlu repot keluar rumah. Kamu cukup menggunakan aplikasi Transfez untuk kirim uang ke luar negeri. Transfez memberi kemudahan bertransaksi serta memantau transaksi secara real time hanya pakai hape.
5. Bisa dapat penghasilan tambahan
Sob, selain digunakan sebagai aplikasi kirim uang ke luar negeri, Transfez juga bisa Sobat MQ gunakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan lho. Caranya gimana? Caranya dengan bergabung ke program afiliasi Transfez. Kamu bisa mendapatkan komisi dari setiap pengguna baru yang kamu ajak menggunakan Transfez.
Program afiliasi Transfez adalah bentuk kerjasama yang ditawarkan Transfez agar pengguna memiliki penghasilan tambahan. Program ini gratis dan terbuka untuk umum, siapa saja bisa bergabung menjadi afiliator Transfez.
Keuntungan yang didapat jika Sobat MQ menjadi afliator Transfez yaitu:
- Mendapatkan komisi dari setiap transaksi berhasil yang dilakukan oleh pengguna yang menggunakan kode referal dari kamu.
- Transfez juga memberikan kemudahan kepada afliator untuk membuat kode, melacak transaksi yang menggunakan kode referal kamu dan mengetahui berapa komisi yang kamu dapatkan secara real time.
- Sobat MQ bisa melakukan penarikan uang ke rekening rupiah (IDR) maupun rekening asing tanpa biaya administrasi.
- Jumlah komisi yang bisa kamu tarik minimal Rp 200.000,- dan dapat melakukan penarikan satu kali sebulan.
Cara menjadi affiliate Transfez sangat mudah kok, kamu tinggal mengisi data yang tertera di aplikasi atau website Transfez saja. Dari sini kamu berpotensi memiliki penghasilan tambahan dengan jaringan 70+ negara.
Cara Kirim Uang ke Luar Negeri Pakai Aplikasi Transfez
Cara kirim uang ke luar negeri pakai Transfez sangat mudah kok. Kamu tinggal ikuti saja langkah-langkah berikut ini ya.
- Download aplikasi Transfez di Playstore atau appstore.
- Setelah mendownload aplikasi Transfez, kamu bisa mengisi data diri untuk membuat akun di Transfez, ikuti langkah berikutnya hingga akun terverifikasi.
- Pilih mata uang yang ingin kamu kirim, terdapat 70+ mata uang negara yang bisa kamu kirim di Transfez.
- Setelah memilih mata uang yang sesuai, masukkan nominal yang ingin dikirim, dan klik 'send'
- Klik tanda '+' untuk mengisi data penerima uang. Pastikan Sobat MQ sudah mengecek ulang data penerima dengan benar ya :)
- Pilih metode pembayaran dan sumber dana.
- Upload bukti transfer dan Sobat MQ tinggal pantau status pengiriman di aplikasi Transfez.
Gampang kan? Yes! Memang segampang itu pakai aplikasi Transfez. Kamu juga bakal tahu berapa nominal uang yang dikirim. Selain itu jumlah uang yang kamu bayarkan sudah termasuk biaya administrasi ya Sob.
Nah Sobat MQ masih awam pakai aplikasi Transfez, kamu tinggal membaca di aplikasinya saja. Semua informasi yang sudah tertera jelas disana, termasuk jika Sobat MQ mengalami kendala dalam pengiriman uang. SobatMQ bisa menghubungi Customer Support Transfez melalui Whatsapp di nomor +6282298653838 pada jam kerja dari Senin-Jumat atau email ke alamat hello@transfez.com.
Transfez, Aplikasi Kirim Uang Aman Jembatan Kebutuhan Tanpa Batasan
Jadi sekarang kamu sudah tahu kan jika kirim uang ke luar negeri tidak harus ke luar rumah? Kamu cukup melakukannya dalam diam lewat genggaman. Nggak perlu ke luar rumah, nggak perlu ribet pantau valuta asing, atau pusing besaran biaya admin. Dengan pakai Transfez kamu bisa hemat biaya kirim bahkan gratis biaya admin.
Dengan pakai aplikasi Transfez, kamu bisa menjembatani apapun tujuan kamu tanpa khawatir adanya batasan jarak dan waktu, karena Transfez berkomitmen menjembatani tujuan melampaui batasan.
So, tunggu apalagi, sudah tahu cara pakai Transfez untuk kirim uang ke luar negeri? Yuk download Transfez sekarang juga! Saya tunggu cerita kamu pakai Transfez ya. Semoga tulisan ini bermanfaat :)
Salam,
Yunniew
Referensi:
https://www.transfez.com/
Aplikasi Transfez via Google Playstore
https://transfez.onelink.me/e9Ud/seocompq12025
https://www.sbs.com.au/language/indonesian/id/article/salah-satu-kenaikan-tertinggi-yang-pernah-tercatat-di-mana-kenaikan-harga-sewa-paling-memukul/knd2p3nle
Posting Komentar
Posting Komentar